Senin, 24 Juni 2013

Interferometer Michelson



Dengan menggunakan alat Interferometer Michelson kita dapat menentukan panjang gelombang suatu sinar laser. Pengukuran panjang gelombang tersebut berdasarkan penentuan garis-garis interferensi.
Interferensi adalah perpaduan dari dua buah gelombang atau lebih yang memiliki beda fase yang tetap. Interferensi terdiri dari dua jenis, yaitu interferensi maksimum dan interferensi minimum. Interferensi maksimum yaitu interferensi yang saling menguatkan dimana dalam kasus cahaya akan menimbulkan pola terang pada layar. Sedangkan interferensi minimum adalah interferensi yang saling melemahkan dimana pada layar akan menampakkan pola gelap.
Dengan menggunakan prinsip interferensi ini kita dapat mengukur panjang gelombang sinar laser. Dengan merangkai alat seperti di bawah ini :



Berkas sinar monokromatis sebagian diteruskan dari C3 ke C2, dan sebagian lagi dipantulkan ke C1. Sinar-sinar pantul dari cermin C1 ­dan C2 kemudian diteruskan oleh cermin C3 dan ditangkap oleh layar. Kedua sinar yang datang pada layar ini dapat diatur supaya berinterferensi, sehingga membentuk pola interferensi lingkaran. Dengan menggeser C2 ke C2’ sejauh d akan dihasilkan perubahan pola interferensi tersebut.
Perbedaan panjang lintasan yang ditempuh oleh berkas sinar yang dipantulkan dengan berkas sinar yang diteruskan ialah 2d. Sehingga, dengan melihat berapa kali perubahan intensitas maksimum hingga maksimum kembali atau dari minimum ke minimum kembali dalam pergeseran C2 sepanjang d, maka
2d = nλ
n = banyaknya perubahan terang ke terang ataupun gelap ke gelap dalam pergeseran C2 sepanjang d.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar