Dengan menggunakan alat Interferometer Michelson kita
dapat menentukan panjang gelombang suatu sinar laser. Pengukuran panjang
gelombang tersebut berdasarkan penentuan garis-garis interferensi.
Interferensi
adalah perpaduan dari dua buah gelombang atau lebih yang memiliki beda fase
yang tetap. Interferensi terdiri dari dua jenis, yaitu interferensi maksimum
dan interferensi minimum. Interferensi maksimum yaitu interferensi yang saling
menguatkan dimana dalam kasus cahaya akan menimbulkan pola terang pada layar.
Sedangkan interferensi minimum adalah interferensi yang saling melemahkan
dimana pada layar akan menampakkan pola gelap.
Dengan
menggunakan prinsip interferensi ini kita dapat mengukur panjang gelombang
sinar laser. Dengan merangkai alat seperti di bawah ini :
Berkas sinar
monokromatis sebagian diteruskan dari C3 ke C2, dan
sebagian lagi dipantulkan ke C1. Sinar-sinar pantul dari cermin C1
dan C2 kemudian diteruskan oleh cermin C3 dan
ditangkap oleh layar. Kedua sinar yang datang pada layar ini dapat diatur
supaya berinterferensi, sehingga membentuk pola interferensi lingkaran. Dengan
menggeser C2 ke C2’ sejauh d akan dihasilkan perubahan
pola interferensi tersebut.
Perbedaan
panjang lintasan yang ditempuh oleh berkas sinar yang dipantulkan dengan berkas
sinar yang diteruskan ialah 2d. Sehingga, dengan melihat berapa kali perubahan
intensitas maksimum hingga maksimum kembali atau dari minimum ke minimum
kembali dalam pergeseran C2 sepanjang d, maka
2d = nλ
n = banyaknya
perubahan terang ke terang ataupun gelap ke gelap dalam pergeseran C2 sepanjang
d.